Dalam mengarungi samudera kehidupan, kita banyak menghadapi berbagai ujian dan cobaan yang silih berganti mewarnai kehidupan kita, bahkan belum selesai masalah yang satu muncul lagi masalah yang lain begitu seterusnya, baik cobaan biologis maupun ekonomi dimana semua itu merupakan seni kehidupan insan manusia. Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah negeri ujian, dimana setiap insan tidak dapat lari dari ujian, adakalahnya berupa eksternal yaitu langsung yang menimpa diri kita sendiri, namun adakalanya juga berupa internal yaitu menimpah keluarga kita.
Sebenarnya, siapapun tidak menginginkan terjadinya ujian dalam kehidupan kita, namun pada kenyataannya tidak ada yang bisa menghindarinya, sehingga sering membuat terpeleset berburuk sangka kepada Allah SWT dan menganggap Allah SWT kejam. Padahal, ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya, setaraf pada hamba-Nya sesuai dengan kesanggupan masing-masing, sebagaimana firman Allah SWT "Allah tidak memberikan kesulitan kepada seseorang hamba melainkan sesuai dengan kesanggupannya". [Al-Baqarah/2: 286].
Ujian yang hebat, hanya untuk orang yang hebat pula, semua nabi, sahabat-sahabat nabi, dan ulama-ulama mereka mendapatkan ujian yang hebat, nabi Ibrahim dibakar, nabi Ayyub yang dimusnahkan seluruh harta kekayaannya dan keturunannya serta terserang penyakit menular yang sangat menjijikan sehingga tak seorangpun kaumnya yang mau mendekat kepadanya. Begitu juga para keluarga sahabat nabi dibunuh. Apabila dibandingkan dengan kita selaku orang awam, jauh lebih hebat ujian mereka daripada kita kerana mereka memiliki iman yang kuat dibandingkan dengan kita manusia biasa yang memiliki iman hanya setebal kulit bawang.
Percayalah bahwa habis gelap terbitlah terang, Allah SWT menyembinyikan matahari, lalu menghadirkan petir dan hujan mambuat kita bersedih padahal sesungguhnya sesudah itu Allah SWT ganti dengan pelangi yang indah. Besarnya ujian, sesungguhnya berbanding lurus dengan keimanan seseorang, setiap orang mempunyai ujian yang berbeda sesuai kapasitasnya,. Terlepas dari setinggi mana keimanan kita dan sehebat apa ujian yang sesuai dengan kita. di sini perlu kita sikapi, bahwa setiap ujian yang Allah SWT bebankan kepada kita sesungguhnya memiliki berjuta-juta hikmah, antara lain ada tiga mutiara dibalik ujian dan cobaan hidup sebagai berikut :
Ujian adalah hadiah dari Allah SWT
Suatu ujian dari Allah SWT, sesungguhnya bukan berarti bahwa Allah SWT bermaksud menganiaya hamba-Nya. Tetapi sebaliknya, ujian merupakan kasih saying Allah SWT kepada hamba-Nya karena dengan ujian tersebut ia akan dapat mengetahui manisnya iman, dzikir, dan taqarrub bilah. Disini tergambarkan, bahwa ujian merupakan rahmat dari Allah SWT kepada hamba yang disayangi-Nya.
Artinya:
"Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?. {al-Anbiya'/21: 30}
Cobaan adalah sarana menggapai pahala bagi orang yang sabar, apabila seorang hamba bersabar, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya pahala atau dihapus-kan sebagian dari dosa dan diangkat derajatnya, hingga ujian itu menjadi satu nikmat baginya, sebagaimana hadist Rasullullah SAW. "Tidak ada seorang Muslim yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau lebih berat daripadanya melainkan dengan ujian itu dihapuskan Allah SWT perbuatan buruknya serta digugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya". (HR. Al-Bukhari). Sakit adalah pembersih dosa apabila kita bersabar. Semakin besar ujian seseorang maka semakin besar pula pahala yang diperolehnya manakala ia berhasil menyikapi ujian tersebut.
Ujian meningkatkan keimanan
Terkadang, seorang hamba hanya mengingat Allah SWT saat menghadapi ujian, yang dapat menyadarkannya bahwa ia adalah makhluk yang lemah, tidak berdaya, dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus". {al-Kahf/18: 7}
Dengan ujian tersebut, membuatnya semakin bertakwa yaitu menjaga diri dari segala perbuatan yang menyimpan dari syariah Allah SWT dan menjauhi semua perbuatan yang dimurkai oleh Allah SWT. Dengan kata lain, cobaanmerupakan peluit peringatan bagi yang lupa, dimana Allah SWT ingin mengingatkan kita kepada-Nya, ingin melihat rintihan kita sehingga kita mau meminta atau merayu kepada-Nya. Seperti gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain, untuk membangkitkan kesadaran dan kedekatan seseorang hamba kepada-Nya.
Sejatinya, seorang Muslim yang baik akan menjadikan ujian sebagai muhasabah diri sebagai momentum lebih mendekatkan diri kepada-Nya untuk lebih baik pada hari yang mendatang. Logikanya, ibarat ujian di sekolah untuk naik kelas demikian juga halnya ujian Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya, maka apabila lulus dengan ujian tersebut maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya.
Ujian membuat kita semakin kuat
Apabila kita ditimpa suatu kesulitan, maka itu adalah merupakan suatu pertanda bahwa Allah SWT ingin menjadikan seorang yang kuat. Seseorang tidak akan merasa kemanisan sesuatu apabila tidak melalui sebuah kesulitan, dan sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, setiap ujian mengandung permata yang berharga bagi orang-orang yang bersabar. Faktanya banyak orang sukses yang mengaku bahwa menemukan keberhasilannya melalui dari semua tantangan dan kerasnya bumbu-bumbu kehidupan yang sudah ia dihadapi.

No comments:
Post a Comment